Opini  

Yuk Mengenal Lebih Dekat Destinasi Wisata Desa Budaya Lingga

Penulis: Dona Dwi Novita

Desa Budaya Lingga terletak di Kecamatan Simpang Empat, Kab. Karo, Provinsi Sumatera Utara yang berjarak sekitar 15 km dari Berastagi. Desa Budaya Lingga merupakan desa tertua di Kabupaten Karo yang memiliki banyak keanekaragaman budaya, adat istiadat dan peninggalan sejarah yang dapat dikunjungi sebagai objek wisata. Terdapat dua objek wisata yang masih tersisa yaitu :

1. Rumah adat Siwaluh Jabu

Bangunan tradisional sekaligus objek wisata yang terkenal adalah rumah adat Siwaluh Jabu. Rumah adat ini pada awalnya memiliki 80 rumah adat Siwaluh Jabu pada tahun 1921. Rumah adat Siwaluh Jabu berusia 250 tahun dan setiap rumahnya dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dalam satu rumah dengan keadaan damai dan tenteram.

Bangunan rumah adat Siwaluh Jabuh terdiri dari tiang yang terbuat dari kayu, lantainya terbuat dari papan, dindingnya terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari ijuk yang ketika siang hari ruangan ini menjadi panas tetapi juga tahan terhadap derasnya air hujan. Rumah adat Siwaluh Jabu memiliki desain rumah panggung dan dalam proses pembuatannya tidak menggunakan paku.

Namun, saat ini rumah adat Siwaluh Jabu hanya tersisa dua bangunan dari 80 bangunan rumah adat, hal ini dikarenakan faktor alam dari bangunan rumah adat yang mulai sulit didapatkan dan tidak kokoh lagi akibat terpahan angin kencang dan hujan secara terus menerus yang membuat bangunan semakin mudah rapuh.

Baca Juga: Tak Selamanya Akan Baik-Baik Saja

2. Museum Karo Lingga

Museum Karo Lingga berada tepat di pinggir jalan Desa Budaya Lingga. Museum ini disebut sebagai lokasi Immemoria Nirwana Graha Aidilla yang berarti suatu keadaan dan pemandangan yang menarik dalam kehidupan desa, berupa aktivitas kegiatan sehari-hari maupun kegiatan seni tradisi dan budaya atau berupa ornamen-ornamen yang ada sebagai penghias desanya. Museum Karo Lingga didirikan dengan bentuk arsitektur tradisional Karo seperti rumah adat yang menunjukkan ciri khas suku Karo.

Koleksi Museum Karo Lingga berjumlah 206 buah yang terdiri dari kain tenun, topeng, mata uang, peralatan dapur peralatan pertanian, peralatan musik, peralatan berburu, peralatan upacara adat, dan peralatan pengobatan. Benda-benda koleksi Museum Karo Lingga ini diperoleh dari sekitar desa Lingga, ada yang dibeli dari warga, ada yang disumbangkan, dan ada yang dititipkan.

Dahulu, museum Karo Lingga dijadikan sebagai sarana pendidikan, pewarisan warisan sejarah dan budaya, benteng budaya bangsa dan juga sebagai sarana objek wisata. Namun, seiring berkembangnya zaman, Museum Karo Lingga tidak lagi dijadikan sebagai objek wisata, bahkan sampai sekarang museum itu belum dibuka kembali, tetapi kita masih dapat meilihat bangunannya dari luar pagar.

Mari kita lestarikan budaya yang masih ada saat ini di Desa Budaya Lingga untuk tetap menjaga ke astrian dari bangunan tradisional yang masih ada, yang dapat kita kunjungi adalah Rumah Adat Siwaluh Jabu mari bersama kita ramaikan tempat wisata tersebut yang mmasih tersisa dua bangunan lagi agar tidak hilang keberadaannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *