Opini  

Tak Selamanya Akan Baik-Baik Saja

Judul : Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Penulis : Alvi Syahrin

Penerbit : Gagas Media

Tahun terbit : 2020

Jumlah halaman : 208 halaman

ISBN : 978-979-780-967-6

Peresensi : Dona Dwi Novita

“Bahagia juga punya resiko, tetapi bukan berarti kamu harus menutup pintu-pintu menuju bahagia.”

NewsPendidikan-Alvi Syahrin kembali membawa buku berjudul “Jika kita Tak Pernah Baik-Baik Saja” yang membahas mengenai kebahagiaan yang telah lama hilang. Kita semua pernah mengalami masa krisis, kebingungan hingga menghadapi fase tidak dapat menerima kenyataan. Buku ini mengulik bagaimana cara untuk bangkit dari suatu keterpurukan.

Buku berisi kumpulan cerita pendek ini dituliskan untuk mereka yang merasa kecewa atas hidup yang sedang maupun telah dijalani. Ragam masalah dikulik pada setiap bab yang tersaji. Baik itu masalah patah hati, pengkhianatan dan kehilangan, kemudian dilanjutkan dengan bab tentang melepaskan dan sebuah arti kebahagiaan, lalu ditutup dengan self love atau cara mencintai diri sendiri.

Alvi Syahrin secara tegas dalam bukunya menekankan bahwa kebahagiaan dapat timbul dari mana saja, bahkan dari rasa kecewa mu yang terdalam. Ia mengajarkan bagaimana kehidupan sederhana tanpa memenuhi ekspektasi manusia untuk menghasilkan konsep bahagia. Setiap orang memiliki standar masing-masing dan bukan urusan kita untuk mencapai standar orang lain.

Baca Juga: Pesona Keindahan Wisata Paropo

Kelebihan pada buku ini adalah memberikan pelajaran bahwa hidup tidak hanya mengejar kenyangnya ego tetapi ada hal yang jauh lebih dalam, yaitu memaknai hidup dengan kebahagiaan sederhana. Buku ini memiliki model cerita pendek pada setiap bab nya sehingga memudahkan pembaca untuk memahami kisah yang ada, dikarenakan tidak perlu membaca buku secara keseluruhan. Pembaca memiliki pilihan untuk memilah bab mana saja yang ingin mereka dalami.

Kekurangan pada buku ini adalah gaya penulisan yang to the point, sehingga di rasa terlalu singkat untuk dibaca oleh penggemar. Lebih lanjut, pada bab-bab lain, terdapat penyelesaian masalah yang merujuk kepada suatu agama sehingga menyebabkan buku ini tidak cukup universal untuk digunakan. Terutama bagi kepercayaan yang bertentangan.

Manfaat membaca buku ini adalah kita diberikan kesempatan untuk mengetahui ragam sudut pandang dan banyaknya maslaah yang dapat terjadi pada proses hidup. Sehingga kita dapat mengantisipasi. Bahkan buku ini juga mengajarkan untuk mencintai diri sendiri tapi tidak bersikap egois, dan tidak selamanya hidup akan baik-baik saja, ada kalanya kita difase harus bisa menghadapi bagaimana jika kita tak pernah baik-baik saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *