Opini  

Pesona Keindahan Wisata Paropo

Penulis: Dona Dwi Novita

NewsPendidikan-Wisata Paropo merupakan sebuah desa kecil yang letaknya tepat di tepian Danau Toba yaitu di Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi, Provonsi Sumatera Utara. Wisata ini kerap kali disamakan dengan Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, yang terkenal sebagai danau tercantik di Indonesia. Wisata Paropo menjadi salah satu tempat yang strategis untuk duduk santai atau berkemah sambil menikmati keindahan Danau Toba. Ditemani angin sepoi-sepoi dan udara yang sejuk.

Selain untuk bersantai menikmati Danau Toba, destinasi wisata ini sering dijadikan tempat untuk hunting foto dan juga tempat favorit untuk camping. Bagi sebagaian wisatawan, camping tidak harus selalu di gunung, tapi bisa juga di tepi pantai atau danau. Seperti di Paropo ini, banyak wistawan yang sering camping di area tepi danaunya karena perairan Danau Toba yang bersih dan hijaunya perbukitan serta pemandangan Danau Toba yang indah.

Sepanjang jalanan pasir putih, akan banyak kemah didirikan di sini, selama berkemah kita juga akan disuguhi sebuah keajaiban alam yang menakjubkan. Di satu sisi tenda, kita bisa melihat hamparan air Danau Toba, sedang di sisi lain, kita akan melihat jejeran perbukitan yang tidak akan bosan untuk dinikmati.

Selain berkemah biasanya para wisatawan memancing ikan untuk dijadikan bahan bakar-bakaran ketika kemah. Aktivitas memancing ini paling banyak digemari wisatawan terutama para pemancing professional, karena ketika memancing kita disuguhkan pemandangan dari kaki gunung Sinabung dan gunung Sibuatan yang menjadi pemandangan terindah.

Baca Juga: Covid Part II: Waspada, Mycoplasma Pneumonia Mulai Menyerang Kota Medan!

Tidak hanya itu, saat matahari terbit kita bisa melihat keindahan alam yang cantik ketika cahaya matahari mulai menyinari pegunungan dengan pergi ke bukit ilalang yang berada di atas pasir putih. Kesempurnaan alamnya tersebut banyak diabadikan oleh para fotografer dunia. Sejak saat itulah, Paropo di Danau Toba banyak diburu wisatawan.

Untuk ke wisata ini, jika dari pusat kota Medan harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam. Kemudian, harga tiket masuk dikenakan tarif Rp10.000 saat weekday dan Rp15.000 untuk weekend. Jika hendak berkemah di sini, cukup membawa peralatan kemah sendiri. Namun, jika tidak ingin menginap di tenda, kita bisa tinggal di homestay rumah penduduk yang disewakan dengan harga Rp250.000-Rp450.000 per malamnya. Saat singgah di rumah penduduk, kita juga bisa belajar budaya dari mereka. Sebab, Danau Toba ini terkenal sebagai pusat budaya yang dihadirkan oleh beragam suku Batak. Bisa juga menyempatkan waktu untuk melihat pembuatan kain Ulos di desa-desa sekitar Paropo.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *