Opini  

Museum Deli Serdang Menjadi Daya Tarik Pengunjung

Museum Deli Serdang

News Pendidikan – Pada tahun 2001 secara khusus Museum Deli Serdang dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dibuka secara resmi pada 12 Agustus 2003. Kemudian pada tahun 2016 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Pemerintah Deli Serdang menerima dukungan keuangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Bantuan dana ini untuk pembangunan Museum Deli Serdang di Pusat Budaya dan Seni Lubuk Pakam.

Museum ini di resmikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 8 September 2018. Ketika pertama kali di buka museum sudah menjadi unit teknik Pembangunan Taman Seni Budaya. Di dalam Museum Deli Serdang banyak terdapat koleksi dan sangat beragam yaitu pakaian adat Melayu, Karo dan Simalungun. Terdapat juga alat musik dan juga mata uang asing.

Museum ini memiliki konsep “Itik Pulang Petang” yang di ambil dari filosofi masyarakat Melayu. Ornamen “Dik Pulang Petang” berarti ketaatan dan merupakan lambang kebaikan, di mana unsur-unsur keteraturan, kebersihan dan ketertiban tercermin dalam bentuknya. Dalam museum deli serdang ini terdiri atas 3 lantai.

Baca Juga: Kesulitan Menemukan Ide Menulis Artikel, Yuk Pahami 4 Tips Ini

Lantai pertama, pengunjung di suguhkan informasi mengenai zaman prasejarah. Tak hanya itu pengunjung juga dapat melihat sejarah Deli Serdang dan juga sejarah Kerajaan Melayu Deli dan Serdang. Yang lebih menarik pada lantai satu museum ini menyajikan sebuah kisah perjuangan dan peperangan yang terjadi di Deli Serdang itu sendiri. Dari lantai satu sampai lantai dua, pengunjung akan dapat menemukan kisah putri hijau.

Lantai dua, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi dari Kerajaan Serdang. Koleksi yang dapat di lihat dan di jadikan pembelajaran bagi pengunjung yaitu pakaian, alat musik, peralatan rumah tangga dan juga prasasti pada masa itu yang tidak di temukan di manapun.

Lantai tiga, yang menjadi daya tarik pada lantai ini pengunjung museum akan berdecak kagum melihat berbagai koleksi pasca kemerdekaan.

Saat memasuki  area museum yang luas, kamu akan menemukan taman yang rimbun dan tempat duduk di depan pintu masuk. Sebelum memasuki museum pengunjung terlebih dahulu membeli tiket dari bagian informasi. Harga tiket masuk museum cukup terjangkau. Harga tiket untuk siswa SD/SMP sekitar Rp. 2.000.00 untuk SMA/SLTA sekitar Rp. 3.000.00 dan untuk Mahasiswa/Umum sekitar Rp. 5.000.00 saja. Museum Deli Serdang ini terletak berdekatan dengan kolam renang Deli Serdang dan Mesjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Deli Serdang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *