Kampus  

Menjadi Seorang Jurnalis Harus Mempunyai Sikap Skeptis!

PJTD ke-13 LPM Dinamika UIN Sumut

NewsPendidikan – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UIN Sumut adakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) ke-13. PJTD kali ini mengangkat tema “Jurnalis Bebas, Kreativitas Tanpa Batas” yang berlangsung pada Minggu (17/9/2023) di Aula FEBI Kampus II UIN Sumut Pancing. Acara ini mengundang salah satu News Editor IDN Sumut Arifin Al Alamudi sebagai pemateri teknik reportase dasar.

Perlu diketahui kegiatan PJTD ini adalah salah satu kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya, kegiatan ini juga terbuka untuk Mahasiswa, Pers sekota Medan lainnya dan tingkat SMA/MA. Pada tahun ini tercatat PJTD LPM Dinamika UIN Sumut sudah terlaksana sebanyak 13 kali hingga saat ini.

1. Jurnalis itu seyogianya harus bebas tanpa adanya gangguan 

Pemimpin Umum LPM Dinamika Tondini Alief Harahap mengatakan, yang namanya jurnalis itu harus berpikir bebas ditengah kemajuan teknologi digital yang semakin berkembang dengan pesat. Jurnalis itu harus berpikir lebih bebas lagi dengan kemajuan informasi secara cepat, sifat jurnalis itu bebas tanpa adanya kekangan dari siapapun.

“PJTD ini mengusung tema Jurnalis Bebas, Kreativitas Tanpa Batas, memang seyogianya jurnalis harus berpikir bebas. Mengapa demikian? Karena ini sudah eranya digital dengan kemajuan informasi yang cepat, saya rasa juga butuh jurnalis yang bertransformasi untuk berpikir lebih bebas lagi. Memang jurnalis itu harus bebas karena sifatnya pers seperti itu, kalau jurnalis itu dikekang dan tidak bebas maka ada yang salah dengan negara tersebut. Jurnalis juga berfungsi sebagai kontrol sosial sama juga seperti pers mahasiswa sebagai kontrol sosial di kampus,” paparnya

Baca JugaKok Bisa? Kecanggihan AI Tirukan Suara Jungkook BTS Hingga Presiden Jokowi

2. Menjadi Jurnalis harus mempunyai sikap skeptis

Dalam paparan materinya Arifin Al Alamudi mengatakan seorang jurnalis harus mempunyai sikap Skeptis, seorang jurnalis harus menguji suatu kebenaran itu apakah memang benar dan sesuai fakta.

“Skeptis itu harus ditanamkan dalam diri jurnalis dalam arti mempertanyakan kebenaran, fungsinya jurnalis itu menguji kebenaran. Saat kita ragu-ragu tentang suatu hal atau mencurigakan maka kita harus bertindak. Melakukan tindakan dengan cara menulis berita, wawancara, melengkapi data, dan menyajikannya supaya bisa merubah sesuatu,” ungkapnya

Baca JugaPJTD LPM Teropong Sajikan Materi Foto Jurnalistik

Ia juga menjelaskan bagaimana kiat-kiat dalam menulis khususnya dalam menulis berita Straight News. Penulisan Straight News ditulis dengan kalimat pendek, jelas, dan langsung kepada pokok pembahasan.

“Straight news ditulis dengan kalimat lugas yaitu pendek padat tapi jelas kemudian langsung pada intinya. Cara menulis berita straight news itu harus menggunakan piramida terbalik. Nah piramida terbalik ini, nantinya bagian terpenting dari suatu berita itu adanya dipaling atas. Kemudian bagian kedua merupakan bagian yang tidak terlalu penting. Bagian paling atas itu sebutannya lead yang mengandung unsur 5W + 1H, menulis lead ini jangan bertele-tele untuk menarik minat pembaca,” lanjutnya.

3. Sebagai media atau wadah informasi tentang kejurnalistikan tingkat dasar 

Ketua Panitia PJTD Fathurahman mengatakan, adanya PJTD ini diharapkan mampu memperkenalkan ilmu jurnalistik dasar dan sebagai sarana informasi. Pelatihan ini sebagai sarana pembelajaran bagi para peserta dimana mungkin saja ilmu kejurnalistikan tidak dipelajari dikampus

“Kegiatan ini dibuat sebagai media atau wadah edukasi untuk memberikan informasi terkait ilmu jurnalistik tingkat dasar. Pelatihan ini dapat memberikan kita pemahaman secara mendalam tentang pentingnya kebebasan dalam menyampaikan informasi. Diharapkan juga setelah mengikuti pelatihan ini pemahaman tentang ilmu kejurnalistikan dapat kita ambil. Peserta juga mampu menghasilkan karya yang informatif dan juga kreatif,” ucapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *