Opini  

Hindari Stunting Pada Anak Dengan Berikan Gizi Cukup

stunting anak

Penulis: Omega Megarani

PGMI I-0306212223/UINSU

Stunting adalah gangguan yang terjadi pada anak-anak dan berpengaruh terhadap pertumbuhan mereka. Sebagian dari Anda mungkin masih cukup asing dengan istilah ini, namun kasus stunting cukup umum terjadi di Indonesia. Mungkin terdengar asing dengan istilah stunting tapi taukah anda sebenarnya kasus stunting di Indonesia cukup umum terjadi.  Stunting ialah gangguan yang terjadi pada anak anak yang mempengaruhi proses tumbuh kembang mereka. Ciri paling umum terjadi adalah anak tersebut memiliki kondisi tubuh yang lebih pendek dari teman usia nya. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Sekitar 20% kasus stunting terjadi pada masa kandungan yang dinyatakan pleh Organisasi Kesehatan Dunia. Biasanya ini terjadi dikarenakan ibu hamil kurang memperoleh asupan yang bergizi sehingga janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Hingga pada akhirmya kondisi janin mengalami hambatan pertumbuhan hingga pada saat kelahiran. Oleh karena itu ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan bernutrisi yang cukup agar janin yang dikandungnya sehat. Hingga pada saat usia dibawah 2 tahun anak- anak membutuhkan ASI dan MPASI. Mereka berhak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk keberlangsungan hidupnya. Anak pada saat usia balita sangat membutuhkan makanan yang akan protein, mineral zinc serta zat besi.

Untuk mengobati stunting dapat disesuaikan dengan penyebab nya. Contoh memberikan gizi yang cukup, mengkonsumsi nutrisi tambahan, mengkonsumsi suplemen, vitamin A, zat besi, zinc, dan yodium dan mampu menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Berdasarkan data Survei  Gizi Indonesia tahun 2019 hingga 2022, angka stunting di Indonesia mengalami penurunan. Pada tahun 2022, angka stunting akan turun menjadi 21,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar 24,4 persen. Nilai tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2019 (27,7%). Sejak tahun 2019 hingga tahun 2022, angka stunting di Indonesia mengalami penurunan rata-rata sebesar 2,03% per tahun. Oleh karena itu, target yang saya sampaikan adalah 14% pada tahun 2024, kata Presiden Jokowi. kita harus sukses. Kami yakin bahwa dengan kekuatan kolektif kami, kami dapat mencapai segalanya. Mencapai angka tersebut tidaklah sulit asalkan semua orang bekerja sama. Jadi  14% itu bukan target yang sulit, tergantung kita mau atau tidak. Asalkan semuanya bisa terpadu dan tidak ada kesalahan gizi.

Baca Juga: Mari Terapkan Pola Makanan Sehat Agar Terhindar Gerd

Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan untuk 3 bulan sebelum menikah, calon pengantin harus diperiksa dulu kalau ada anemia dan kurang gizi diimbau menunda kehamilan dulu demi kesehatan ibu dan bayi sampai gizi tercukupi.

Mengingat situasi stunting di Indonesia masih kritis, pemerintah daerah diharapkan menjadi pemimpin dalam menanggulangi permasalahan stunting di daerahnya masing-masing dan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dana baik di tingkat pusat maupun daerah sebaiknya dialokasikan sesuai  program yang langsung menyasar  desa-desa yang benar-benar membutuhkan. Komitmen daerah terhadap masyarakat bebas pertumbuhan juga harus tercermin dalam alokasi anggaran daerah

Di sisi lain, peran pemerintah pusat juga diperlukan untuk memastikan penggunaan dana terhambat di daerah dipahami, dikelola, dan dievaluasi. Hal ini memberikan dasar bagi pengelolaan Dana Stunting yang tepat sasaran, mengingat masih banyak daerah yang belum memahami cara kerjanya. Pada akhirnya, percepatan penurunan stunting di Indonesia memerlukan upaya dan komitmen  bersama  dari pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target pencegahan yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *