Tidak Tamat Sekolah Dasar Bukanlah Penghalang Untuk Sukses Meraih Mimpi

NewsPendidikan – Kesuksesan pada dasarnya akan dengan mudah didapat bagi orang yang menempuh pendidikan akademis, akan tetapi hal ini sama sekali tidak berpengaruh pada sosok motivator yang bernama Andrie Wongso, SDTT, TBS. Motivator satu ini mempunyai gelar yang unik, dimana gelar yang dimilikinya bukanlah salah satu gelar akademis yang diberikan oleh Universitas. Andrie Wongso mempunyai dua gelar yang mana gelar ini bisa memotivasi seseorang untuk sukses. Lalu sebenarnya apa sih maksud dari gelar SDTT, TBS? Andrie Wongso mempunyai gelar SDTT ditambah TBS, gelar yang dimilikinya mempunyai arti menarik yaitu Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses.

Perjalanan Hidup Andrie Wongso

Terlahir dari keluarga yang tidak berkecukupan tidak mematahkan semangat Andrie untuk terus berusaha menggapai berbagai mimpi-mimpi yang telah direncanakannya. Hal yang mendasari Pria kelahiran 6 Desember 1954 ini tidak menamatkan sekolah dasarnya dikarenakan sekolah tempat ia belajar terpaksa harus ditutup buntut dari peristiwa gestapu pada tahun 1965. Andrie terpaksa tidak dapat menamatkan jenjang pendidikannya pada tingkat sekolah dasar dan langkahnya harus terhenti di kelas 6 SD, dari sinilah pemberian gelar SDTT alias Sekolah Dasar Tidak Tamat disematkan setelah nama belakang Andrie Wongso.

Untuk mengisi hari-harinya setelah putus sekolah, Andrie kecil mempunyai kegigihan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh kebanyakan anak seusianya. Sedari kecil ia dengan giat membantu ayahnya berjualan kue koyah keliling toko-toko dan berbagai pasar tanpa rasa malu. Jika anak seusianya menghabiskan waktu dengan cara bermain dan menghabiskan waktu bersama teman, Andrie pada masa kecilnya menghabiskan waktu dengan membantu orang tuanya.
Dengan bermodal tekad dan gelarnya SDTT Andrie mulai mencoba keberuntungannya dengan merantau ke Jakarta. Di Jakarta pada tahun 1976 di usianya 22 tahun Andrie bekerja sebagai salesman dan pernah menjadi pelayan toko. Disela-sela pekerjaannya Andrie mengisi kekosongan waktunya untuk berlatih kungfu, dengan latihan kungfu mental dan kegigihannya serta nilai kedisiplinan dan tanggung jawab mulai terbentuk pada dirinya. Ia juga mendirikan sekolah kungfu dengan aliran Hap Kun Do, salah satu perguruan ilmu beladiri dengan mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Kemampuan motivasinya mulai terlihat dan terasah saat ia mulai melatih kungfu.

Tepat pada tahun 1978 Andrie sempat mengalami kesedihan yang amat berat menimpa dirinya karena pada saat itu ayahnya meninggal dunia dan ia kembali ke kampung halamannya di Malang. Kesedihannya tidak berlangsung dalam waktu lama, kegigihannya untuk sukses dan menjadi bintang film kungfu menjadi penyemangat Andrie untuk bangkit dari musibah yang menimpanya. Perjuangan demi perjuangan menuju kesuksesan belumlah usai, Andrie kembali lagi ke Jakarta untuk mewujudkan impinnya menjadi bintang film terkenal. Kemampuan motivasi Andrie ternyata diturunkan dari ayahnya, Andrie selalu ingat nasihat ayahnya saat ia mengalami keterpurukan, “Sepahit-pahitnya jamu, masih lebih pahit hidup miskin. Berjuanglah agar tidak miskin!”.

Pada tahun 1980 Andrie Wongso diterima di sebuah perusahaan film Taiwan, selama tiga tahun lamanya ia menekuni dunia perfilman, akan tetapi hasil tidak sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan. Dirinya tidak pernah diberikan kesempatan oleh rumah produksi film tersebut untuk menjadi pemeran utama. kegagalan-kegagalan telah banyak dilaluinya tetapi ia yakin segala sesuatu yang dilaluinya adalah sebuah proses, Andrie telah berhasil mengubah segala sesuatu yang imposible menjadi posible. Andrie memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan anggapan bahwa menjadi bintang film bukanlah cara yang tepat untuk meraih sukses dan menjadi bintang film bukanlah passion yang dimilikinya.

Awal Mula Perjuangan Andrie Menuju Kesuksesan

Seperti kata pepatah arab Man Jadda Wajada yang mengandung arti barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya. Andrie telah berhasil membuktikannya, pada pertengahan tahun 1980-an tepatnya pada tahun 1985 perjalanan hidupnya semakin berubah kejalan kesuksesan. Kegemarannya menulis kata-kata motivasi di buku hariannya didasarkan atas perjalanan hidupnya membawanya membuka bisnis kartu ucapan bermerek Harvest yang dirintis bersama istrinya Haryanti Lenny Suharto. Bisnis ini mengalami kesuksesan besar hingga ke manca negara karena di era 80-an kartu-kartu ucapan motivasi sangat digandrungin kawula muda. Andrie bukanlah orang yang puas atas apa yang telah dicapainya, disela-sela kesibukannya berbisnis dia terus belajar memperdalam ilmu bisnis secara otodidak. Tidak hanya itu ia juga rajin membaca dan membeli buku serta ia sering mengikuti seminar-seminar demi memperdalam pengetahuannya dari yang sudah diketahuinya ataupun yang belum diketahuinya.

Baca JugaSemarakkan Ramadhan 1444 H, YPWP Medan Berbagi Takjil dan Berbagi Berkah

Kesuksesan Andrie Wongso tidak sampai disini saja, dia menjadi komisaris pada sebuah perusahaan hologram, pengelola beberapa food court di departement store besar, mendirikan perusahaan toys, mendirikan AW Motivation Training dan AW publishing, serta membuka toko pertama di Indonesia AW Motivation Gift & Books Shop yang khusus menjual produk-produk motivasi.

Kemampuan Andrie dalam dunia motivasi mulai terasah saat ia melatih kungfu dan juga memberikan motivasi dan penyemangat kepada ribuan anggota Harvest Fans Club di seluruh nusantara pada akhir 1980-an. Pengalaman panjang Andrie Wongso telah mengajarkannya bahwa segala usaha dan kegigigihan yang dilakukan akan berbuah hasil manis jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Pria bergelar SDTT, TBS ini berhasil memotivasi jutaan orang di seluruh perusahaan ternama di Indonesia seperti, Uniliver, BCA, Danamon, Garuda Food, Nestle dan masih banyak lagi.

Andrie juga pernah diundang sebagai salah satu pembicara utama dalam Asia Pacific Conggres Direct Selling II di Malaysia.
Selain sukses sebagai penulis kartu ucapan Hervest, ia juga meraih kesuksesan dalam bidang kepenulisan buku ketika buku pertamanya 15 Wisdom & Succes meledak dipasaran. Buku terbitan Elex Media Komputindo pada tahun 2005 berhasil meledak di pasaran dengan penjualan fantastis sebanyak 8.000 eksemplar. Buku tersebut kembali dicetak ulang dan mengalami cetak ulang ke-4 dalam satu setengah bulan peredarannya. Andrie Wongso sang penulis buku patut berbangga atas pencapaiannya karena buku hasil karyanya masuk dalam kategori best seller nasional.

Andrie Wongso telah menunjukkan kepada dunia bahwa kesuksesan dapat diraih bagi siapa saja yang ingin menggapainya dengan tekad dan usaha yang sungguh-sungguh. Berasal dari keluarga miskin, janganlah dijadikan sebuah alasan untuk tidak berusaha menjadi sukses karena kesuksesan pada hakikatnya dapat dicapai dengan usaha. Andrie juga telah membuktikan bahwa gelar SDTT yang diterimanya alias Sekolah Dasar Tidak Tamat tidak menjadi penghalang dalam mencapai kesuksesan asalkan mau berjuang, berusaha, belajar dan terus belajar karena pada hakikatnya belajar tidak hanya di sekolah atau universitas saja. Seseorang bisa belajar secara ototidak ataupun melalui pengalaman hidupnya.

Seperti kutipan motivasi dari Andrie Wongso, SDTT, TBS. yang berbunyi “Succes Is My Right” sukses adalah hak saya, maka dari itu buanglah rasa ragu akan takut mengalami kegagalan yang ada pada diri, setiap orang harus yakin pada dirinya bahwa dia dilahirkan untuk sukses. Jangan takut untuk gagal, teruslah berusah karena sukses adalah hak kita semua.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *